Air minum isi ulang  |  Reverse Osmosis  |  Filter Air
0 item
Testimonial
Irsyad

Saya mengenal CV.ZAMZ... detail


Ibu Subaedah

Saya mengenal CV.ZAMZAM... detail


Dede Irfan A

Saya sangat senang dan terimakasih kepada CV Zamzam, yang telah memberikan solusi atas permasalahan yang saya hadapi. Semoga CV. Zamzam makin maju, amiiin.

Dede Irfan - Tasikmalaya, Jawa Barat


bakri
[URL]

Ass. Wr. Wb. Buat para netter, jangan ragu dech utk berbisnis dengan CV. Zamzam. Produknya Lengkap, Harga kompetitif dan berkwalitas...

Bakri - Ternate, Maluku Utara


syarifuddin
[URL]

syukur alhamdulillah... saya beruntung membeli paket... detail


» isi testimonial
» lihat testimonial

Khasiat Air Hexagonal, Sebuah Pandangan Berbeda

Harry Sufehmi menyatakan skeptisnya terhadap khasiat air hexagonal dan air beroksigen. Saya sudah melihat demonstrasi tentang air hexagonal ini di beberapa mall. Demonstrasi ini dilakukan oleh orang-orang yang mengenakan jas berwarna putih seperti selayaknya seorang dokter atau peneliti. Sedangkan yang didemokan adalah alat yang katanya bisa mengubah air biasa menjadi air heksagonal.

Air hexagonal pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Mu Shik John, seorang peneliti yang tulisannya sering dipublikasikan jurnal-jurnal ilmiah. Jhon mengklaim bahwa air mengandung kluster air dengan enam sisi (hexagonal). Air heksagonal ini stabil dan lebih berguna untuk tubuh manusia dibandingkan bentuk-bentuk kluster air lainnya. Sayangnya, Dr. Jhon sendiri telah meninggal tahun lalu sehingga kita tidak dapat melakukan verifikasi teori ini dengan beliau secara langsung.

Dr. Paul Shin, seorang peneliti dari Carolina North University Northridge melakukan penelitian terhadap air hexagonal. Hasilnya ternyata tidak mendukung teori Dr. Jhon. dengan menggunakan eksperimen

As can be easily seen, the ultrapure (distilled & de-ionized or DDI) water has a 17O-NMR linewidth nearly identical to that for Hexagonal Water and similar to that of M-Water (another “hexagonal water” product). Figure 1 shows an example of actual 17O-NMR data. I conducted additional experiments comparing Hexagonal Water against ultrapure water and found no differences. Regardless of whether I added table salt or vitamin C or if I even diluted these samples of water with tap water, I saw no differences! I will leave it up to you to evaluate the data for yourself, but it is of interest to note that even a urine sample gives a 17O-NMR linewidth nearly identical to that for the Hexagonal Water.

These results do not support Dr Jhon’s conclusions about the unique nature of his Hexagonal Water and this therefore casts a less than credible light on his claims of the therapeutic effects of Hexagonal Water.

Dr dr Septelia Inawati Wanandi dari Universitas Indonesia juga menyatakan skeptis terhadap khasiat air heksagonal dari sisi kesehatan.

Septelia secara halus mencoba menjawabnya dari logika ilmiah dasar. Air beroksigen susunan molekul tetap berbeda dengan air hexagonal. Kesamaan keduanya adalah sama- sama mencoba menyuguhkan air dengan kandungan oksigen lebih banyak dari air biasa.

“Namun, pada kedua macam air itu kelarutan oksigen tambahan di dalamnya tetap mudah terlepas. Ada toleransi suhu tertentu, setidaknya sampai di atas suhu ruangan, oksigen terlarut mudah lepas. Kalau lepas, ya lalu menjadi air biasa kembali,” kata Septelia. Padahal, dalam keterangan iklannya, air hexagonal, misalnya, direkomendasikan untuk membuat dari susu bayi, minuman hangat hingga memasak.

“Air hexagonal dan air beroksigen kalau dipanaskan ya pasti oksigen terlarutnya terlepas,” tandas Septelia.

Kalau toh air beroksigen atau hexagonal itu dalam suhu normal diminum, potensi oksigen terlepas tetap besar. Suhu tubuh normal manusia, sekitar 37 derajat Celsius, disebutkan Septelia, memungkinkan oksigen terlarut dalam air terlepaskan ketika memasuki tubuh. Hal ini mirip dengan jika kita sendawa setelah minum air berkarbonat.

Jika diandaikan kandungan oksigen terlarut itu mampu sampai di usus, tetap akan menimbulkan pertanyaan. “Apakah kapiler pada mukosa usus bisa menyerap oksigennya? Apakah daya serapnya lebih hebat dari alveoli pada paru-paru? Setahu saya, sampai sekarang organ yang didesain Tuhan untuk menyerap oksigen hanya paru-paru,” tutur Septelia.

Dari artikel yang sama, Prof dr Waluyo S Soerjodibroto, MSc, PhD, SpG(K) berpendapat lebih ekstrim lagi.

Alih-alih menjadi sehat, produksi radikal bebas berlebih malah berpotensi destruktif pada tubuh. Radikal bebas merupakan molekul oksigen yang kesepian, sebab atom pada orbit terluarnya terdapat elektron yang tidak punya pasangan.

Hal itu membuat si molekul menjadi liar, lalu secara radikal mencari pasangan dengan merampok elektron molekul lain dari berbagai sel-sel tubuh. Sebab itulah ia disebut radikal bebas. Keradikalan berantai terjadi ketika molekul yang terampok ikut-ikutan brutal merampas elektron molekul lain. Kondisi inilah yang lalu membuat sel-sel tubuh rusak.

“Manfaat air beroksigen dan juga air hexagonal, sejauh ini belum terbukti secara ilmiah ataupun secara klinis. Paling hanya testimonial saja,” ujar Waluyo.

Sedangkan skeptisme beberapa staf Kalbe Farma yang mengikuti sebuah seminar tentang air hexagonal juga kurang lebih sama:

Masih sulit untuk memastikan apakah fungsi air hexagonal jauh berbeda dengan air pentagonal, bahkan dalam beberapa hal justru diperkirakan memiliki efek samping. Seperti pembicara mengatakan bahwa untuk mendapatkan air hexagonal dibutuhkan alat untuk memutar air tersebut selama 7 menit, 14 menit, bahkan bisa sampai 21 menit. Makin lama proses pemutarannya makin kecil ukuran molekulnya, dan makin tinggi kadar mineral yang dapat diikat. Yang menjadi pertanyaan apakah benar pemutaran air yang lebih lama akan mengikat mineral yang lebih banyak ?

Produsen air mineral terkemuka, Aqua, juga menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan tentang air hexagonal ini, tentunya secara diplomatis:

Dengan tehnologi magnetik, aerasi dan ozonisasi kandungan oksigen dalam air pun dapat meningkat dan memberikan kesegaran rasa air, tetapi karena perubahan itu tidak stabil maka kesegaran hanya sementara saja.

Sebuah publikasi berjudul Drinking Water and Water Treatment Scams dari Auburn University Alabama mencoba untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang penipuan yang berhubungan dengan air minum. Dari sekian penipuan yang dimaksud, di antaranya adalah air heksagonal.

There is a scam that you can treat water with far- infrared light, which will cause special vibrations and energize the water, mimicking what happens when natural springs splash over rocks and natural magnetic fields. This special form of water, sometimes referred to as hexagonal water, is purported to be living water that resonates with the energetic vibrations of your body to amplify your life force.

Water produced by some machines is supposed to have a hexagonal structure and energy memory™, which is advertised as being good for all living organisms. Special magnetic filters can supposedly produce water that is eight times as effective as most un- structured water in terms of health benefits. If you cannot afford a magnetizing machine, you can purchase a magnetic drinking mug or magnetic stirring rod that will do the trick.

Selain itu, Stephen Lower –mantan staf dari Simon Fraser University, Vancouver, Canada– juga memiliki daftar penipuan yang berhubungan dengan air minum. Air Hexagonal adalah masuk dalam daftar ini.

It turns out that M-S Jhon (who died in 2004) was a for-real scientist and author of numerous research papers having to do with water- and none (that I have seen) containing any of this hokum. It’s hard to believe that a reputable scientist would risk his reputation as a shill for junk science, and I wonder if the poor guy was even aware of this use being made of his name.

Walaupun demikian, ada juga yang mendukung teori air heksagonal ini. Misalnya Dr. Yayat Hadiyat dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo:

Sementara itu, dokter dari Bagian Rehabilitasi Medis RS Ciptomangunkusumo Jakarta, Yayat Hadiyat, menyebutkan, konsumsi air heksagonal sebenarnya sudah sangat diperlukan, bagi mereka yang ingin memurnikan bagian dalam tubuhnya. Pasalnya, bagian dalam tubuh manusia, kini semakin menjadi asam, di samping kebiasaan manusia mengonsumsi makanan berlemak, asap rokok, sayuran berbahan kimia, dll.

“Ini mengakibatkan kandungan air heksagonal yang sejak lahir sudah ada dalam tubuh manusia, kemudian menjadi semakin berkurang. Jika presentasenya sudah mencapai 50 persen, maka secara teori manusia bersangkutan akan meninggal,” katanya

Sedangkan, Zeily Nurachman dari Jurusan Kimia ITB menegaskan pentingnya air heksagonal hanya bagi penderita penyakit.

Jadi, pemberian air minum beroksigen tinggi pada orang berpenyakit atau mengalami gejala penyakit, merupakan langkah berguna. Sebaliknya, pada kasus orang sehat, pasokan oksigen dapat mencapai jaringan yang terjauh sehingga memakai air beroksigen tinggi adalah mubazir.

Saya sendiri bukan ahli atau peneliti air. Tetapi pencarian saya di Internet mengatakan bahwa khasiat dari air heksagonal atau air beroksigen diragukan kebenarannya. Kemungkinan besar khasiat yang dimaksud hanyalah berasal dari efek Placebo. Sedangkan hampir semua pendapat yang mengatakan sebaliknya berasal dari orang-orang yang ‘ingin menjual sesuatu’.

Sumber : Priyadi.net
 




Air Beroksigen dan Air Heksagonal, Benarkah Bermanfaat ?

BISNIS seputar air minum dalam kemasan kini semakin semarak dengan hadirnya
jenis air beroksigen dan air hexagonal. Minuman semacam itu kini ramai
memenuhi gerai-gerai penjualan di pasar swalayan. Air tersebut menjanjikan
manfaat yang terdengar dahsyat, mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang
secara medis pun kerap sulit diobati.

MESKIPUN demikian, seberapa nyata kehebatan klaim-klaim tersebut jika
ditelisik lebih jauh? Air dan kehidupan memang adalah keniscayaan. Air
sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh manusia. Demikian vital dan
semakin dibutuhkannya air di mana pun orang berada hingga pada zaman modern
saat ini, air pun harus ditebus dengan uang. Si air minum ini memang telah
menjadi komoditas yang sangat prospektif.

Menjual air tak cukup lagi dengan embel-embel "air yang diambil dari mata
air pegunungan". Sebab itu, "inovasi" seputar air dikembangkan sedemikian
rupa. Air beroksigen juga air heksagonal mungkin hanya salah satu "inovasi"
yang akan memancing berbagai "inovasi" air yang lain.

Satu molekul air (H2O) merupakan kolaborasi satu atom oksigen dengan dua
atom hidrogen. "Unsur oksigen terlarut dalam air memang secara alamiah tidak
banyak. Sebab itu, orang yang memelihara ikan di akuarium sering menambahkan
oksigen supaya ikan-ikannya mendapat suplai oksigen lebih banyak," tutur Dr
dr Septelia Inawati Wanandi dari Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler,
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Oksigen yang ditambahkan di akuarium tersebut bukan untuk diminum oleh para
ikan penghuni akuarium, namun untuk bernapas melalui insang-insang mereka.
Pada air minum kemasan beroksigen, oksigen ditambahkan pada air dalam suatu
tekanan tinggi tertentu. Hal itu, menurut Septelia, memang bisa saja
dilakukan.

Namun, Septelia mengingatkan, sifat kelarutan oksigen tambahan tersebut pada
air sangat labil, mudah terlepaskan kembali ke udara. Terlebih jika air
tersebut berada dalam kondisi di atas suhu ruangan (25-30 derajat Celsius),
terkena panas, atau sekadar terpapar cahaya matahari.

Septelia memaparkan, molekul-molekul air tersebut dalam keadaan cair
bergerak liar tak beraturan. Namun, ketika berwujud padat, seperti es atau
salju, molekul-molekul air tersebut bertingkah laku lebih beradab dalam
susunan yang rapi dan tertib. Keteraturan itu dapat diamati ketika setiap
enam molekul air saling bergandengan membentuk susunan heksagonal (segi
enam).

Susunan tersebut menciptakan sebuah ruang di bagian tengah, yang lalu dapat
memerangkap oksigen lain atau molekul lain. Kondisi itu menyebabkan apa yang
kondang disebut sebagai anomali air.

"Karena itu, air yang didinginkan hingga suhu di bawah empat derajat Celsius
hingga menjadi es, volumenya lebih besar ketimbang air dalam kondisi cair,"
papar Septelia.

Dalam susunan demikian, memang otomatis memungkinkan air mengandung unsur
oksigen lebih banyak dibandingkan air suhu ruangan, apalagi air hangat.
Sebab itu, kata Septelia, meminum air dingin atau es terasa lebih segar
ketimbang air hangat. Selain karena suhunya lebih dingin, air dingin atau es
memiliki kandungan oksigen lebih banyak.

DARI gambaran alamiah itu, manusia kemudian mencoba menciptakan susunan
molekul air heksagonal, namun tetap dalam keadaan cair bukan padat.
Kedengarannya memang fantastis. Kalangan industri lalu menyikapinya dengan
memasarkan alat pembuatnya dalam wujud yang praktis, sepraktis water heater
listrik di kamar hotel.

Alat itu dikatakan mampu menjadikan air biasa menjadi air heksagonal, yang
diklaim bisa menjadi dokter pribadi. Sebab, air yang tercipta dari alat itu
dapat mengobati berbagai penyakit termasuk kanker.

"Penciptaan itu memang mungkin saja, dengan menggunakan energi besar,
seperti medan magnet yang kuat, struktur molekul alami air cair menjadi
heksagonal," tutur Septelia.

Kehebatan inovasi tersebut kemudian berujung pada pertanyaan, seberapa
signifikan manfaatnya, sehingga air-air semacam itu perlu dikonsumsi
manusia?

Septelia secara halus mencoba menjawabnya dari logika ilmiah dasar. Air
beroksigen susunan molekul tetap berbeda dengan air heksagonal. Kesamaan
keduanya adalah sama- sama mencoba menyuguhkan air dengan kandungan oksigen
lebih banyak dari air biasa.

"Namun, pada kedua macam air itu kelarutan oksigen tambahan di dalamnya
tetap mudah terlepas. Ada toleransi suhu tertentu, setidaknya sampai di atas
suhu ruangan, oksigen terlarut mudah lepas. Kalau lepas, ya lalu menjadi air
biasa kembali," kata Septelia. Padahal, dalam keterangan iklannya, air
heksagonal, misalnya, direkomendasikan untuk membuat dari susu bayi, minuman
hangat hingga memasak.

"Air heksagonal dan air beroksigen kalau dipanaskan ya pasti oksigen
terlarutnya terlepas," tandas Septelia.

Kalau toh air beroksigen atau heksagonal itu dalam suhu normal diminum,
potensi oksigen terlepas tetap besar.

Jika diandaikan kandungan oksigen terlarut itu mampu sampai di usus, tetap
akan menimbulkan pertanyaan. "Apakah kapiler pada mukosa usus bisa menyerap
oksigennya? Apakah daya serapnya lebih hebat dari alveoli pada paru-paru?
Setahu saya, sampai sekarang organ yang didesain Tuhan untuk menyerap
oksigen hanya paru-paru," tutur Septelia.

Septelia juga mengingatkan bahwa berlebihan mengonsumsi oksigen juga tidak
baik. Sebab, oksigen adalah unsur yang berperan dalam proses oksidasi yang
juga menghasilkan radikal bebas. Manusia tidak bisa terbebas dari radikal
bebas ini karena manusia membutuhkan proses metabolisme yang notabene
merupakan proses oksidasi. Meski demikian, tubuh secara alami juga
memproduksi antioksidan sendiri (antioksidan endogen).

"Tercipta keseimbangan di dalam tubuh, antara jumlah radikal bebas dengan
antioksidannya. Kalau oksigen dalam tubuh berlebihan, bisa memancing jumlah
radikal bebas berlebihan juga, menjadi stres oksidatif," papar Septelia.

Hal itu juga dibenarkan pakar gizi Prof dr Waluyo S Soerjodibroto, MSc, PhD,
SpG(K). Alih-alih menjadi sehat, produksi radikal bebas berlebih malah
berpotensi destruktif pada tubuh. Radikal bebas merupakan molekul oksigen
yang kesepian, sebab atom pada orbit terluarnya terdapat elektron yang tidak
punya pasangan.

Sumber :
http://www.kompas.com/


Apa pendapat anda tentang dua pandangan di atas ?


Information
8 user sedang online
_______________________ :::: Chat With Marketing ::::
zamzam_balikpapan
News
21 September 2014
Manfaat air minum RO berdasarkan pengakuan pengguna
Perubahan apa yang mereka rasakan...? detail

5 September 2014
Cara membersihkan / back wash tabung filter air yang benar
Agar hasil pembersihannya maksimal... detail

2 Juli 2013
Katagori baru: Cartridge Extra Energy
Toko Online semakin lengkap..! detail

» index berita
Pembayaran
Bank BCA
No. Rek: 191-1455.477
A/N : CV.ZAMZAM

Bank Mandiri
No.Rek: 149-0004740801
A/N : Muhammad Yusuf

Bank BNI
No. Rek: 0101834454
A/N : Muhammad Yusuf

Bank BRI
No. Rekening: 0121-01-058960-50-9
A/N : Muhammad Yusuf

ATM Bersama
Panduan Cara Transfer
ATM Bersama

 
CV. ZAMZAM, Jl. Ahmad Yani RT 55 N0. 01 Balikpapan ( Kalimantan Timur )
Telp: (0542) 734909, 7006040, Fax : (0542) 734503, HP: 0813 5004 7073, 0819 3457 1619

Bekerjasama dengan Agen / Distributor / Supplier Water Filter dari 2 kota :
Jakarta : Jl. Ketapang utara I No. 52G, Jakarta Barat. Telp: 0819 0564 2070, 0812 9535 0055
Surabaya: Jl.Bebekan Masjid, Sepanjang, Sidoarjo (Jawa Timur) Telp: 031-72424324, 0812 3377 6464

Melayani: Penjualan dan pemasangan Reverse Osmosis, Water Filter dan Depot Air minum isi ulang.
Barang siap pasang / kirim ke seluruh Indonesia


Agen penjualan / pemasangan / pembuatan/ perakitan dan alat instalasi mesin depot air minum isi ulang, Depot air RO, mesin reverse osmosis (RO) dan perlengkapan penyaring air / penjernih air / saringan air / filter air untuk mengatasi air pam, sumur bor, air kolam, sungai yang keruh, kuning, merah, berbau, mengandung zat besi tinggi, berkapur / zat kapur menggunakan tabung wave cyber, pentair, stainless, pvc, yamaha water purifier. Kami juga menjual media filter untuk isi filter air berupa pasir silika, manganese green sand, karbon aktif, pasir ziolite, housing filter, filter cartridge / sedimen merk cp dan dewater, resin anion, resin kation, membran reverse osmosis (RO) merk filmtec dan csm 50 gpd, 75 gpd, 100 gpd, 1000 gpd dan 2000 gpd, RO merlin, booster pump, selang RO, TDS meter, selenoid valve, PH meter, elektrolisa, ultraviolet, ballast dan lampu uv: tanwing, sterilight, uvc, top win, ozon generator: sterilight, resun, kran three way valve, mesin sikat galon, pabrik air minum dalam kemasan (amdk) kemasan galon, gelas dan botol, tissue pembersih galon, tutup galon, segel plastik, galon air PC dan PET, dll berbagai peralatan / spare part reverse osmosis, water filter, water purifier dan water treatment, harga murah

@ 2014 www.airminumisiulang.com                 Email : info@airminumisiulang.com

Air minum isi ulang | Reverse Osmosis | Filter Air

Toko Online