kandungan_bahan_kimia_dalam_air


Kandungan Bahan Kimia dalam Air

Air mempunyai sifat melarutkan bahan kimia. Abel Wolman menyatakan bahwa air rumusnya adalah: H2O + X, dimana X adalah zat zat yang dihasilkan air buangan oleh aktivitas manusia selama beberapa tahun. dengan bertambahnya aktivitas manusia, maka faktor X tsb dalam air akan bertambah dan menjadi masalah.

Faktor X merupakan zat zat kimia yang mudah larut dalam air dan dapat menimbulkan masalah sbb:

- Toksisitas
- Reaksi reaksi kimia yang menyebabkan :
  • Pengendapan yang berlebihan
  • Timbulnya busa yang menetap, yang sulit untuk dihilangkan
  • Timbulnya respon fisiologis yang tidak diharapkan terhadap rasa atau pengaruh laxatif
  • Perubahan dari perwujudan fisik air

Zat zat kimia yang larut dalam air yang dapat mengganggu bahkan membahayakan kesehatan manusia antara lain * :

1. Arsen :
Kadar maksimum yang masih diperbolehkan dalam air 0,05 mg/l. dikenal sebagai racun; Chronic effect, bersifat karsinogenik dengan melalui kontak dengan Arsen atau melalui makanan (Food intake)

2. Barium :
Kadar maksimum yang masih diperbolehkan dalam air 1,5 mg/l. Dikenal sebagai bahan kimia yang bersifat toxis terhadap hati, aliran darah, nervous.

3. Cadmium :
kadar maksimum yang masih diperbolehkan dalam air 0,01 mg/l. Sebagai racun yang akut bagi manusia melalui makanan.

4. Chromium :
Kadar maksimum yang masih diperbolehkan dalam air 0,05 mg/l. Karsinogenic pada pernafasan. Bersifat komulatif dalam daging tikus pada kadar mg/l.

5. Lead (Timah Hitam) :
Kadar maksimum yang masih diperbolehkan dalam air 0,05 mg/l. Dikenal sebagai racun dengan melalui makanan, air, udara dan menghisap rokok.

6. Mercury (Air Raksa) :
Kadar maksimum yang masih diperbolehkan dalam air minum 0,002 mg/l. Dikenal sebagai racun pada pekerja dan ikan. Terdapat dalam air alam kurang dari 1 mg/l. Terdapat dalam makanan 10 - 70.

7. Nitrate (Nitrat) :
Kadar maksimum yang masih diperbolehkan dalam air minum 10 mg/l. Air sumur dengan kandungan 15 - 250 mg/l menyebabkan Methemogloinemia pada bayi yang disebabkan karena susu yang dicampur dengan air tsb.

8. Selenium :
Kadar maksimum yang masih diperbolehkan dalam air minum 0,01 mg/l. dikenal sebagai racun ayng berhubungan dengan pekerjaan dan menyebabkan keracunan pada anak bila lebih dari 3 - 4 mg/kg makanan masuk.

9. Silver (Perak) :
Kada maksimum yang masih diperbolehkan dalam air minum 0,05 mg/l. dapat menyebabkan penyakit Argria, warna kulit yang kelabu kebiru biruan, mata.

10. Sulfate :
konsentrasi maksimum yang masih diperbolehkan dalam air 250 mg/l. Menyebabkan Laxative apabila kadarnya berupa magnesium dan Sodiums.

11. Besi :
Konsentrasi maksimum yang masih diperbolehkan dalam air 0,3 mg/l. Besi berguna untuk metabolisne tubuh manusia. Nilai ambang rasa 2 mg/l, menimbulkan warna, menyebabkan timbulnya koloidal yang berwarna dalam air.

12. Tembaga :
Konsentrasi maksimum yang diperbolehkan dalam air 1 mg/l. Penting untuk metabolisme. Menyebabkan air mempunyai rasa tertentu. Nilai ambang rasa 1 -5 mg/l.

13. Chlorida :
Konsentrasi maksimum yang diperbolehkan dalam air 250 mg/l. Kadar yang berlebihan menyebabkan air menjadi asin rasanya. rasa asin akan bertambah akibat adanya limbah yang mencemari air.

14. Fluor :
Kekurangan Fluor dalam air dapat menyebabkan caries gigi. Dan kelebihan Fluor menyebabkan penyakit Fluoresis. Kadar di dalam air minum 1 - 2 mg/l.

* Prof. Emil T.Chanlet, Environmental Protection, Mc. Graw Hill Book Co, New York, 1973


Sumber : Buku Teknologi Penyediaan air Bersih
Pengarang : Ir.C Totok Sutrisno, DKK
Penerbit : Rineka Cipta
Cetakan keenam, September 2006


Ditulis dalam : Kandungan bahan kimia dalam air