Air minum isi ulang menggunakan air bor, Bolehkah ?28 Maret 2008
Karena air pegunungan tidak selalu ada disetiap kota, maka banyak depo air minum isi ulang di Indonesia yang menggunakan air PAM, air bor, air sungai, danau, Dll. Pada prinsipnya semua sumber air diatas dapat dipergunakan untuk usaha Depo air minum isi ulang selama sumber tsb memang layak dikonsumsi. Parameter utama untuk menentukan suatu air dapat dikonsumsi atau tidak antara lain meliputi :
KADAR MAKSIMUM DIPERBOLEHKAN
1. PH : 6,5 - 8,5 2. TDS : 1000 mg/ L 3. Kekeruhan : 5 ( Skala NTU ) 4. Warna : 15 ( Skala TCU ) 5. Almunium : 0,2 mg/L 6. Besi : 0,3 mg/L 7. Koliform Tinja : 0 / per 100 ml 8. Total Koliform : 5 - 10 / per 100 ml
Pertanyaan : Adakah cara sederhana untuk mengetahui suatu air layak dikonsumsi atau tidak ? Jawabnya : Ada !. Tahap pertama : ambil air tsb dalam ember dan biarkan 24 jam. Setelah itu cium air tsb apakah berbau atau tidak. Kalau berbau menyengat ( bangar )berarti air tsb kadar zat besinya tinggi. Tahap kedua : Ambil air diember tadi pada bagian permukaanya saja kemudian rebus sampai mendidih dan gunakan untuk membuat teh (sebaiknya teh celup/bukan teh seduh/juga bukan teh hijau). Biarkan hingga 6 jam dan lihat apakah teh tsb berubah warna menjadi kebiruan atau tidak. Jika kebiruan berarti air tsb tidak layak dikonsumsi. Memang semua problem ada solusinya,namun tentu ada biaya ekstra, misalnya : PH yang rendah dan kekeruhan dapat diatasi dengan menggunakan kapur gamping, TDS dan zat besi yang tinggi juga bisa diturunkan. Untuk lebih detailnya silahkan menghubungi kami
Contoh Parameter Test laboratorium
Apakah Informasi di atas membantu ? O. Ya O. Tidak
|